Seorang gadis remaja yang
memiliki sejuta impian, namun sering kali terjatuh saat semuanya telah mendekat
pada tujuan. Ya,sebut saja Rika. Kini ia adalah seorang mahasiswi disuatu
Universitas Islam di kota Bandung. Ia menjalani kewajibannya sebagai seorang
pelajar. Namun, entah apa yang membuat semangat yang dulu berkobar, kini mulai
redup. Bukan hanya kali ini ia mengalami suatu permasalahan tentang posisinya
sebagai mahasiswi.
Ketika ia duduk di bangku MTs
dulu,ia pernah mengalami perpindahan sekolah. Alasannya karena sakit.Rika
memang belum bisa mandiri,apalagi dalam urusan makan. Ia belum bisa memilih
mana makanan yang baik atau tidak baik untuknya. Ditambah lagi, ia menjalani
sekolahnya itu dengan mesantren. Terbayangkan? Tugas dari pelajaran sekolah dan
pesantren yang harus dia jalani. Waktu belajar dari pagi hingga malam.
Terkadang ia tak pernah bisa nyaman karena situasi dan kondisi yang membuatnya
ia lelah. Memang, pesantren bukanlah keinginannya melainkan keinginan ayahnya.
Namun, sebagai anak yang sholehah ia jalani dengan ikhlas. Hari demi hari ia
lalui, hingga berbagai macam masalah ia hadapi. Entah itu masalah dengan teman,
kakak kelas dll. Namun, ia orangnya tak pernah mendahului. Jikalau ia salah, ia
minta maaf. Tapi,jika orang disekelilingnya membuat masalah, entah karena iri
atau apapun itu ,ia hanya bisa diam. Terserah orang berkata apa. Yang
terpenting selama ia berbuat benar dalam hal kebaikan, apa yang mesti di
permasalahkan.
Ia hanya bisa bertahan hingga
satu setengah tahun disekolah itu. Alasan utamanya, ia mengalami sakit dibagian
pencernaannya dan harus mendapatkan perhatian lebih terutama dalam hal makanan.
Untuk itulah, ibunya Rika dating menghadap ke kepala sekolah untuk meminta surat
pindah. Banyak sekali orang-orang yang bersedih atas kepindahannya tersebut.
Namun, apalah daya yang harus dipertahankan jika fisik dan fikiran sudah tidak
sejalan. Memang penyesalan itu dating disaat ia pindah sekolah. Namun,
penyesalan tidak ada gunanya jika terus di ratapi.
Oleh karena itu,ia memilih untuk
lebih bersemangat di sekolah baru nya. Hingga ia lulus dengan hasil yang sangat
baik. Setelah ia lulus, ia akan mewujudkan impiannya itu yakni, kembali untuk
‘nyantri’ di sebuah SMA di kota Tasikmalaya. Awal yang sangat mengenaskan bagi
Rika, kejadian dulu terulang kembali. Ia mengalami sakit karena banyak fikiran
dan makan yang tidak teratur. Ia tidak masuk sekolah selama tiga bulan. Karena
ia mengambil istirahat dirumah untuk mengobati sakitnya itu. Rika mulai
mengalami dilemma. Apakah yang harus dilakukan? Mundur seperti MTS dulu dan
pindah ke sekolah di daerah asalnya yakni,Pamanukan kota Subang? Atau kah ia
harus bertahan dan melawan rasa sakitnya?
Butuh waktu berbulan-bulan untuk
mengambil keputusan. Setelah ia berfikir panjang dan mencari mana yang lebih
baik bagi dirinya, memikirkan konsekuensi kedepannya. Akhirnya ia memilih untuk
bertahan dan kembali sekolah. Memperbaiki semua nilai dan mengejar pelajaran
yang tertinggal selama ia sakit. Tak lupa juga ia menjalani sebuah kewajiban
dan tanggung jawab dalam organisasi OSPIS disekolahnya itu. Kini ia bisa
bertahan demi mimpinya dan mendapat penghargaan siswa terbaik di hari
kelulusannya.
Tak berakhir sampai disitu saja,
kini ia menginjak bangku perkuliahan. Tak lama saat bulan Desember 2014
kemarin,ia menjalani kejadian itu lagi.entah apa yang terjadi hingga ia
bingung. Mengapa semua ini berulang-ulang? Rika mengalami kebingungan yang
dahsyat. Bukannya ia tambah sembuh, melainkan kondisinya lemah. Hingga ia harus
dirawat di Rumah sakit.
Lima hari ia lewati hari-hari di
Rumah sakit dan satu bulan lamanya ia tak masuk kuliah untuk istirahat selama
pengobatan. Tepat di hari UAS nya pun ia tak hadir. Rika sangat tertekan oleh
sikon saat itu. Namun, berbagai dukungan dan do’a dari keluarga dan
teman-teman, kini ia mulai bangkit. Rika mencari-cari sebab terjadinya kejadian
yang berulang-ulang itu. Dan seorang teman di SMA nya dulu member arahan untuk
mengikuti intuisi dalam diri, jika memang ingin mengambil keputusan yang tepat.
Alhamdulillah, ia masuk kuliah
kembali. Namun, ia harus mengejar nilai dan mata kuliah yang telah ia
tinggalkan. System perkuliahan memang tidak sama seperti saat SMA. Kini ada
beberapa mata kuliah yang harus ia selesaikan di tahun depan. Namun, ia terus
memotivasi dirinya agar kuat menjalani semua yang terjadi. Karena dalam
mengejar mimpi, motivasi yang berasal dari diri sendiri adalah kekuatan
terbesar untuk mewujudkannya dibandingkan motivasi dari orang lain.
Sekarang pertanyaan nya: Apakah
Rika akan bertahan hingga Sarjana atau ada kejadian lain yang bervariasi lagi
yang akan menghampirinya?
Silahkan tanggapannya… J