Selasa, 10 Februari 2015

Mengejar Impian

Seorang gadis remaja yang memiliki sejuta impian, namun sering kali terjatuh saat semuanya telah mendekat pada tujuan. Ya,sebut saja Rika. Kini ia adalah seorang mahasiswi disuatu Universitas Islam di kota Bandung. Ia menjalani kewajibannya sebagai seorang pelajar. Namun, entah apa yang membuat semangat yang dulu berkobar, kini mulai redup. Bukan hanya kali ini ia mengalami suatu permasalahan tentang posisinya sebagai mahasiswi.

Ketika ia duduk di bangku MTs dulu,ia pernah mengalami perpindahan sekolah. Alasannya karena sakit.Rika memang belum bisa mandiri,apalagi dalam urusan makan. Ia belum bisa memilih mana makanan yang baik atau tidak baik untuknya. Ditambah lagi, ia menjalani sekolahnya itu dengan mesantren. Terbayangkan? Tugas dari pelajaran sekolah dan pesantren yang harus dia jalani. Waktu belajar dari pagi hingga malam. Terkadang ia tak pernah bisa nyaman karena situasi dan kondisi yang membuatnya ia lelah. Memang, pesantren bukanlah keinginannya melainkan keinginan ayahnya. Namun, sebagai anak yang sholehah ia jalani dengan ikhlas. Hari demi hari ia lalui, hingga berbagai macam masalah ia hadapi. Entah itu masalah dengan teman, kakak kelas dll. Namun, ia orangnya tak pernah mendahului. Jikalau ia salah, ia minta maaf. Tapi,jika orang disekelilingnya membuat masalah, entah karena iri atau apapun itu ,ia hanya bisa diam. Terserah orang berkata apa. Yang terpenting selama ia berbuat benar dalam hal kebaikan, apa yang mesti di permasalahkan.

Ia hanya bisa bertahan hingga satu setengah tahun disekolah itu. Alasan utamanya, ia mengalami sakit dibagian pencernaannya dan harus mendapatkan perhatian lebih terutama dalam hal makanan. Untuk itulah, ibunya Rika dating menghadap ke kepala sekolah untuk meminta surat pindah. Banyak sekali orang-orang yang bersedih atas kepindahannya tersebut. Namun, apalah daya yang harus dipertahankan jika fisik dan fikiran sudah tidak sejalan. Memang penyesalan itu dating disaat ia pindah sekolah. Namun, penyesalan tidak ada gunanya jika terus di ratapi.

Oleh karena itu,ia memilih untuk lebih bersemangat di sekolah baru nya. Hingga ia lulus dengan hasil yang sangat baik. Setelah ia lulus, ia akan mewujudkan impiannya itu yakni, kembali untuk ‘nyantri’ di sebuah SMA di kota Tasikmalaya. Awal yang sangat mengenaskan bagi Rika, kejadian dulu terulang kembali. Ia mengalami sakit karena banyak fikiran dan makan yang tidak teratur. Ia tidak masuk sekolah selama tiga bulan. Karena ia mengambil istirahat dirumah untuk mengobati sakitnya itu. Rika mulai mengalami dilemma. Apakah yang harus dilakukan? Mundur seperti MTS dulu dan pindah ke sekolah di daerah asalnya yakni,Pamanukan kota Subang? Atau kah ia harus bertahan dan melawan rasa sakitnya?

Butuh waktu berbulan-bulan untuk mengambil keputusan. Setelah ia berfikir panjang dan mencari mana yang lebih baik bagi dirinya, memikirkan konsekuensi kedepannya. Akhirnya ia memilih untuk bertahan dan kembali sekolah. Memperbaiki semua nilai dan mengejar pelajaran yang tertinggal selama ia sakit. Tak lupa juga ia menjalani sebuah kewajiban dan tanggung jawab dalam organisasi OSPIS disekolahnya itu. Kini ia bisa bertahan demi mimpinya dan mendapat penghargaan siswa terbaik di hari kelulusannya.

Tak berakhir sampai disitu saja, kini ia menginjak bangku perkuliahan. Tak lama saat bulan Desember 2014 kemarin,ia menjalani kejadian itu lagi.entah apa yang terjadi hingga ia bingung. Mengapa semua ini berulang-ulang? Rika mengalami kebingungan yang dahsyat. Bukannya ia tambah sembuh, melainkan kondisinya lemah. Hingga ia harus dirawat di Rumah sakit.

Lima hari ia lewati hari-hari di Rumah sakit dan satu bulan lamanya ia tak masuk kuliah untuk istirahat selama pengobatan. Tepat di hari UAS nya pun ia tak hadir. Rika sangat tertekan oleh sikon saat itu. Namun, berbagai dukungan dan do’a dari keluarga dan teman-teman, kini ia mulai bangkit. Rika mencari-cari sebab terjadinya kejadian yang berulang-ulang itu. Dan seorang teman di SMA nya dulu member arahan untuk mengikuti intuisi dalam diri, jika memang ingin mengambil keputusan yang tepat.

Alhamdulillah, ia masuk kuliah kembali. Namun, ia harus mengejar nilai dan mata kuliah yang telah ia tinggalkan. System perkuliahan memang tidak sama seperti saat SMA. Kini ada beberapa mata kuliah yang harus ia selesaikan di tahun depan. Namun, ia terus memotivasi dirinya agar kuat menjalani semua yang terjadi. Karena dalam mengejar mimpi, motivasi yang berasal dari diri sendiri adalah kekuatan terbesar untuk mewujudkannya dibandingkan motivasi dari orang lain.
Sekarang pertanyaan nya: Apakah Rika akan bertahan hingga Sarjana atau ada kejadian lain yang bervariasi lagi yang akan menghampirinya?


Silahkan tanggapannya… J